Jumat, 31 Juli 2009

Ghaust Live At Rossi Review @ Wastedrockers zine!


“Live at Rossi” adalah acara musik reguler yang diadakan setiap dua minggu sekali oleh Rossi Musik; studio-musik & youth-centre di bilangan Fatmawati, Jakarta, dengan para penampil yang rata-rata adalah distinctive musicians. Konsep live-band, DJ-set, plus miras murah :P ini diadakan di atap gedung Rossi Musik. Ya, seperti roof-top party. Acara ini banyak menarik minat dari para pecinta musik lokal (yang tentunya cutting-edge). Acara dimulai pukul 10 malam sampai selesai. Selain itu, gig ini juga gratis! Juga sebagai sarana pelepas penat di mid week.

Untuk edisinya kali ini, Live at Rossi menampilkan: Regan (DJ), Ghaust, Space System & Gerhan (DJ). Sambil menunggu show dimulai, Regan sudah memanaskan venue dengan set electro & house. Setelah itu yang rata-rata penonton nantikan, Ghaust tampil! Duo post-metal/metal-gaze/instro-metal ini akhirnya kembali pentas setelah beberapa kali (selalu) batal main. Membuka set mereka dengan lagu “At Sea (we are nothing)” lalu dilanjutkan lagu-lagu di album debut mereka Ghaust (s/t), juga sebuah lagu baru. Yes, penampilan Ghaust memang as quiet as their music :P Sang frontman Uri tidak berkomunikasi ke penonton sama sekali! Haha…

Setting panggung untuk show edisi kali ini juga bertemakan industrial, lengkap dengan instalasi a la bangunan yang sedang direnovasi! Yeah! :D Set Ghaust diakhiri dengan permainan feedback gitar plus outro-sample yang menjadikannya sebuah penutup yang bising dan manis. Ghaust keren! Titik.

Tanpa jeda, show langsung dilanjutkan dengan naiknya para personil Space System ke panggung! Ya, alur pertunjukan ini nampaknya di-set dengan gaya “crossfading” tanpa jeda.

Hey, permainan dari Space System rupanya menarik hati Wasted Rockers! Duo ini memainkan style 70’s space-rock, yang penuh dengan influens musik: psychedelia, folk, jazz, blues, krautrock & (early) electronica. Saya merasakan pengaruh dari rekaman-rekaman awal Pink Floyd, Hawkwind juga Spacemen 3 di musik mereka. Space System juga menggunakan synthesizer analog (sorry, but no laptop involved here!), yang tentunya merupakan poin lebih buat mereka.

Setelah memainkan lagu-lagu awal mereka yang bernuansakan space-rock, Space System mulai memainkan lagu-lagu mereka yang musiknya lebih eklektik. Ya, di lagu-lagu terakhirnya, musik Space System lebih bernuansakan classic-disco/house yang masih kental pengaruh musik soul & funk, juga beat-beat nya yang monoton. Ayo, segera cari informasi mengenai Space System dan buru rekaman mereka! Sangat Wasted Rockers rekomendasikan!

Gerhan mulai memainkan set-nya selepas Space System selesai pentas. Set-nya pun eklektik, mulai dari: punk-rock, indie-rock, electronic, sampai house. Ya, kami nantikan “Live at Rossi” edisi selanjutnya.

* Reportase dan foto oleh Dede / http://wastedrockers.wordpress.com